Pemerintah Fokus Hapus Kemiskinan Ekstrem melalui 29 Program

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah pengentasan kemiskinan melalui pelaksanaan 29 program prioritas yang menyasar masyarakat miskin ekstrem hingga kelompok rentan miskin.

Kebijakan yang mencakup masyarakat pada desil 1 hingga desil 4 tersebut menjadi bagian dari strategi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026.

Pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga memperluas akses pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial yang berkelanjutan.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan, 29 kebijakan yang dijalankan pemerintah terbagi dalam tiga kategori utama, yakni program penghapusan kemiskinan, program universal, dan program afirmatif.

Menurut Presiden, negara hadir secara nyata dengan memastikan masyarakat paling rentan memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

“(Keluarga-keluarga itu) menerima antara Rp75.000 sampai Rp250.000 per bulan. Sekolah Rakyat, anak-anak dari desil yang paling miskin, total yang diterima itu Rp4 juta per bulan. Kartu Indonesia Pintar, 1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup Rp800.000 sampai Rp1,4 juta per bulan,” kata Presiden Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat intervensi di sektor pendidikan melalui bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Program Indonesia Pintar yang menjangkau 22,1 juta siswa dari kelompok ekonomi terbawah.

Langkah tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi, sekaligus membuka peluang mobilitas sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

“UKT dibantu, langsung dibayar ke perguruan tinggi. Program Indonesia Pintar, 22.100.000 siswa dari desil 1, 2, 3, 4, yang paling bawah. Jadi, keberpihakan kita kepada orang miskin luar biasa,” lanjut Presiden.

Di bidang kesehatan, pemerintah mencatat sebanyak 96,8 juta masyarakat telah menerima manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Di samping itu, berbagai subsidi dan bantuan, mulai dari LPG, solar, listrik, hingga bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng selama tiga bulan, telah menjangkau 33,24 juta keluarga penerima manfaat.

“Bantuan pangan, 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng untuk 3 bulan, 33,24 juta keluarga di desil 1, 2, 3, 4. Tunjukkan negara mana seperti kita? Pasti ada yang lebih hebat, pasti, tetapi untuk bangsa Indonesia, not bad-lah. Jangan anggap enteng kita terus, we are strong, we are rich, and we will be richer,” ujar Presiden.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menekankan bahwa keberhasilan agenda pengentasan kemiskinan membutuhkan orkestrasi yang solid antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menurutnya, target ambisius tersebut hanya dapat dicapai melalui konsistensi kebijakan dan penguatan implementasi di lapangan.

“Kita akan terus bekerja keras untuk mencapai target nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026, dan menurunkan angka kemiskinan hingga maksimal lima persen pada 2029. Ini membutuhkan kerja bersama, konsistensi, dan fokus pada hasil nyata,” tegas Muhaimin.

Komitmen pemerintah melalui 29 program tersebut menunjukkan bahwa pengentasan kemiskinan tidak lagi dipandang sebagai agenda sektoral, melainkan sebagai prioritas nasional.

Dengan dukungan lintas sektor dan kesinambungan kebijakan, Indonesia dinilai berada pada jalur yang semakin kuat untuk menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat. (*)

More From Author

Pemerintah Perkuat 29 Program untuk Lindungi Warga Miskin hingga Rentan Miskin

Dari PKH hingga MBG: 29 Program untuk Angkat Kualitas Hidup Rakyat dari Kemiskinan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *