Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Menguat lewat Ekosistem Industri Nasional

Jakarta – Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menunjukkan upaya penguatan lapangan kerja melalui percepatan hilirisasi, peningkatan investasi, dan pengembangan ekosistem industri nasional.

Upaya tersebut ditunjukkan melalui peluncuran 11 proyek hilirisasi oleh Presiden Prabowo Subianto di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara. Dengan nilai investasi mencapai 10,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp180 triliun, proyek-proyek tersebut diproyeksikan menciptakan lebih dari 10.000 lapangan kerja.

Proyek tersebut mencakup industri baterai, material berbasis nikel, aluminium, alat berat berbasis listrik, serta industri pendukung energi surya.

Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Bina Sarana Informatika, Sarlina Sari mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempercepat hilirisasi dan mendorong investasi nasional. Menurutnya, strategi tersebut penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat industri dalam negeri.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, dan tantangannya adalah bagaimana mengolah kekayaan tersebut menjadi produk bernilai tambah tinggi, memperkuat industri nasional, serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi masyarakat,” ujar Sarlina.

Menurutnya, optimalisasi hilirisasi perlu diiringi dengan pengembangan kompetensi SDM, alih teknologi, kepastian regulasi, dan partisipasi industri dalam negeri untuk memastikan investasi mampu membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal serta memperkuat keterlibatan pemasok domestik.

“Kita berharap investasi tidak berhenti pada pembangunan fasilitas industri, tetapi juga membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, memperkuat pemasok domestik, dan mendorong tumbuhnya industri pendukung nasional,” terang Sarlina.

Berdasarkan laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun. Angka tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyerap 1.448.862 tenaga kerja.

Sarlina menilai pemerataan manfaat investasi perlu diperkuat melalui kemitraan industri besar dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perguruan tinggi, serta pemerintah daerah. Perguruan tinggi juga dapat berkontribusi melalui riset, inovasi, dan pendidikan vokasi sesuai kebutuhan industri.

“Investasi yang berkualitas adalah investasi yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu diperkuat. Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui riset, inovasi, pendidikan vokasi, dan pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri,” pungkasnya.

More From Author

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Menjadikan Lapangan Kerja Lebih Produktif dan Berkelanjutan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Lapangan Kerja Tumbuh seiring Investasi Strategis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *