Jakarta – Pemerintah menegaskan bahwa pengembangan Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperluas lapangan kerja dan memperkuat ekonomi desa karena berpotensi menyerap 1,6 juta lebih tenaga kerja, sehingga dapat menekan pengangguran di level kelurahan hingga desa. Program ini diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau seluruh gerai dan gudang KMP (Koperasi Merah Putih) beroperasi maksimal tentu akan banyak menampung tenaga kerja,” kata Wakil Menteri (Wamen) Koperasi Farida Farichah.
Ia mengatakan saat ini jumlah Koperasi Merah Putih yang sudah terbentuk dan berbadan hukum mencapai 83.500 unit tersebar di seluruh desa dan kelurahan se-Indonesia.
“Jika gerai dan gudang di satu KMP ini hidup dan berjalan baik maka tenaga kerja yang dibutuhkan sekitar 20 hingga 21 orang dan ini belum termasuk tenaga kerja untuk mengelola potensi daerah seperti pertanian, perkebunan dan lainnya yang dimiliki desa ini,” jelas dia.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan bahwa koperasi desa harus menjadi fondasi penguatan ekonomi kerakyatan.
“Koperasi desa harus menjadi tulang punggung ekonomi rakyat dan mampu membuka lapangan kerja dalam skala besar,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah mendorong agar koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat distribusi, produksi, dan pemasaran hasil usaha masyarakat desa.
“Penguatan koperasi merupakan bagian dari strategi nasional membangun ekonomi dari desa untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa percepatan pembentukan dan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja secara masif.
“Jika koperasi desa berjalan optimal di seluruh wilayah, potensi penyerapan tenaga kerja dapat mencapai hingga satu juta orang,” ujarnya.
Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pemerintah terus memperkuat dukungan melalui regulasi, pendampingan manajemen, serta integrasi koperasi dengan rantai pasok nasional.
“Koperasi desa harus dikelola secara profesional agar mampu menjadi tulang punggung ekonomi desa yang berkelanjutan,” katanya.
Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih mencerminkan komitmen nyata pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi rakyat, dan membangun kemandirian nasional dari desa. Melalui kebijakan yang konsisten dan sinergi lintas sektor, negara memastikan koperasi menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
