Meluasnya Peran Danantara: Dari Proyek Mercusuar ke Rumah Layak untuk Rakyat

Oleh: Bara Winatha*)

Upaya pemerintah memperluas akses hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) semakin menunjukkan arah yang konkret melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu perkembangan penting terlihat dari keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia dalam pengembangan kawasan hunian terjangkau di Cikarang, Jawa Barat. Langkah ini menandai perluasan peran lembaga investasi negara yang sebelumnya identik dengan proyek-proyek besar dan strategis nasional, kini mulai menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Keterlibatan Danantara mencerminkan perubahan orientasi investasi negara yang tidak hanya berfokus pada proyek mercusuar, tetapi juga pada penyediaan rumah layak bagi rakyat.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengatakan bahwa peninjauan lokasi hunian di Cikarang merupakan tahap awal untuk memastikan pembangunan kawasan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Kawasan yang dipilih memiliki keunggulan akses transportasi intermoda, sehingga dinilai strategis untuk mendukung kehidupan masyarakat yang bekerja di kawasan industri sekitar. Pengembangan kawasan tersebut akan dilanjutkan dengan pematangan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan, mekanisme harga, hingga kriteria kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Proyek hunian tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut tata kelola ekosistem perumahan yang lebih luas. Melalui kerja sama antara pemerintah, Danantara, BUMN, serta sektor usaha swasta, pembangunan kawasan hunian dapat dirancang secara lebih matang dan berkelanjutan. Tujuan utama kolaborasi ini adalah memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses perumahan.

Salah satu implementasi konkret dari kolaborasi tersebut terlihat pada proyek pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Proyek ini merupakan bagian dari Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam proyek tersebut, Danantara mengambil peran sebagai penyedia pendanaan utama, sementara pelaksanaan konstruksi melibatkan kolaborasi antara BUMN karya dan kontraktor swasta.

Rosan menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal mencakup area sekitar 12,8 hektare yang direncanakan menjadi 18 menara apartemen dengan ketinggian sekitar 32 lantai. Ia memperkirakan kebutuhan investasi untuk pembangunan tahap ini berada pada kisaran Rp14 triliun hingga Rp16 triliun. Peran Danantara tidak hanya terbatas pada pembiayaan, tetapi juga memastikan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak berjalan efektif sehingga proyek dapat diselesaikan sesuai target.

Dari sisi kebijakan pemerintah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan bahwa pembangunan kawasan hunian di Cikarang merupakan bagian dari upaya percepatan pelaksanaan Program 3 Juta Rumah. Pemerintah tengah mengkaji berbagai model pengembangan kawasan yang memungkinkan masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh akses perumahan dengan harga yang terjangkau.

Menurut Maruarar, keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Danantara dan sektor swasta, menjadi kunci untuk mempercepat realisasi program tersebut. Pembangunan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada anggaran negara, melainkan memerlukan dukungan investasi dan kolaborasi lintas sektor. Maruarar juga menilai bahwa lokasi pembangunan yang terhubung dengan akses transportasi publik akan memberikan nilai tambah bagi penghuni.

Kontribusi sektor swasta juga memainkan peran penting dalam proyek ini. Pendiri Grup Lippo, Mochtar Riady mengatakan bahwa hibah lahan seluas 30 hektare yang diberikan kepada pemerintah merupakan bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional di bidang perumahan. Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut didorong oleh keinginan untuk berkontribusi dalam upaya pemerintah menyediakan hunian bagi masyarakat yang membutuhkan.

Lahan hibah tersebut menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan hunian yang dirancang untuk menampung puluhan ribu unit rumah susun subsidi. Dalam rencana jangka panjang, proyek ini diproyeksikan berkembang hingga mencapai puluhan menara apartemen dengan total unit yang dapat menampung ratusan ribu penghuni. Dengan harga jual yang diperkirakan mulai dari sekitar Rp350 juta per unit, pemerintah berharap masyarakat berpenghasilan rendah memiliki peluang lebih besar untuk memiliki hunian sendiri.

Keberadaan proyek hunian berskala besar di kawasan industri seperti Cikarang juga memiliki dampak strategis terhadap pembangunan wilayah. Dengan tersedianya hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi, masyarakat dapat mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan kualitas hidup. Selain itu, pembangunan kawasan hunian baru berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan tersebut.

Meluasnya peran Danantara dalam proyek perumahan rakyat menunjukkan bahwa lembaga investasi negara dapat berfungsi tidak hanya sebagai pengelola aset strategis, tetapi juga sebagai katalis pembangunan sosial. Dengan memanfaatkan kapasitas pembiayaan yang besar, Danantara dapat membantu mempercepat realisasi proyek-proyek yang memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Meluasnya Peran Danantara hingga memberikan akses perumahan rakyat yang terjangkau ini menggambarkan transformasi penting dalam arah kebijakan pembangunan. Investasi negara tidak lagi hanya terfokus pada proyek-proyek simbolik berskala besar, tetapi juga diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dengan pendekatan yang terencana dan kolaboratif, pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah diharapkan dapat menjadi salah satu tonggak penting dalam mewujudkan kesejahteraan yang lebih merata di Indonesia.

*)Penulis merupakan pengamat sosial dan kemasyarakatan.

More From Author

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hati dan Integritas

Danantara dan Akselerasi Program 3 Juta Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *