Melalui Pendekatan Ilmiah Para Ahli Gizi Dukung Peningkatan Kualitas Pelaksanaan MBG

Jakarta – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) terus mengawal program ini dengan pendekatan ilmiah, menekankan bahwa peran ahli gizi sangat vital dalam menyusun menu sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) dan melakukan uji organoleptik demi memastikan keamanan serta kelayakan makanan.

Ahli gizi sangat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai krusial sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal ini dapat menjadi unsur utama dalam melakukan pencegahan penyakit tidak menular, dan upaya percepatan penurunan stunting.

Ketua Umum DPP PERSAGI Ir. Doddy Izwardy mengatakan rekomendasi tersebut berfokus pada penguatan ketahanan gizi, keamanan pangan, kesehatan saluran cerna, hingga edukasi masyarakat.

DPP PERSAGI tengah menyiapkan rekomendasi bagi pemerintah untuk memperkuat pembangunan gizi nasional. Hal itu dibahas dalam Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI, yang nantinya akan disampaikan kepada Presiden sebagai bahan penguatan kebijakan.

Menurutnya, peran organisasi profesi dibutuhkan untuk mendukung target Indonesia Emas 2045 dan penurunan stunting.

“Nanti kita akan berikan kepada pemerintah, ke Bapak Presiden, hasil dari semua tim ini. Karena tujuan kita adalah 2045 yang 19 tahun lagi, yang stunting-nya harus 5%. Kami lah yang berusaha memberikan ke pemerintah karena kami kepakaran dari profesi,” kata Doddy di sela Temu Ilmiah Nasional II PERSAGI yang digelar di Trans Luxury Hotel Surabaya.

Dalam sambutannya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan bahwa forum ilmiah ini sangat penting untuk memperkuat keamanan pangan, ketahanan gizi, serta edukasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis.

Program MBG tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak, pelajar, santri, ibu hamil, dan balita, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Timur.

“Forum ini menjadi ruang konferensi ilmiah untuk membahas ketahanan pangan, ketepatan gizi, keamanan pangan, hingga penguatan edukasi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.

Adhy Karyono, mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka secara resmi TIN II Persagi. Menurutnya, ekosistem MBG melibatkan banyak sektor, mulai dari petani, peternak, nelayan, pelaku UMKM, hingga distributor bahan pangan. Keterlibatan berbagai sektor tersebut menciptakan perputaran ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dampak Program MBG bukan hanya pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui pemberdayaan petani, peternak, nelayan, UMKM, hingga pelaku distribusi pangan,” jelasnya.

Pelaksanaan MBG juga membuka lapangan pekerjaan baru sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di Jawa Timur maupun secara nasional.

More From Author

Pemerintah Terus Sempurnakan Program MBG agar Semakin Efektif dan Berikan Manfaat Optimal

Program MBG Dinilai Perkuat Keadilan Sosial Melalui Pemenuhan Gizi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *